Minggu, 22 November 2009

Analisi Laporan Keuangan PT. Katarina Utama

HASIL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT. KATARINA UTAMA ( RINA )
TAHUN 2008 – TAHUN 2009






Ratio Tahun
2008 2009
Likuiditas

a. Current Ratio 486% 614%
b. Quick Ratio 486% 614%
c. Cash Ratio 0.85% 83.64%
d. Working Capital to Total Assets 46.68% 50.73%
Leverage

a. Total Debt to Equity Ratio 18.3% 13.4%
b. Total Debt to Total Capital Ratio 15.5 % 11.8%
Aktivitas

a.Total Assets Turnover 0 0
b. Receivable Turnover 0 0
c. Inventory Turnover 0 0
d. Working Capital Turnover 0 0
Profitabilitas

a. Gross Profit Margin 0 0
b. Operating Income Ratio 0 0
c. Operating Ratio 0 0
d. Net Profit Margin 0 0




1. LIKUIDITAS
a. Current Ratio

Current ratio PT.Katarina Utama pada tahun 2008 menunjukkan angka 486% yang artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 4,86 aktiva lancar. Pada tahun 2009 meningkat menjadi 614% artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 6,14 aktiva lancar. Current ratio PT. KATARINA UTAMA dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 mengalami peningkatan , kenaikan rasio ini terjadi karena jumlah kenaikan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan jauh lebih besar dari jumlah hutang lancar yang setiap tahunnya selalu berkurang. Kinerja perusahaan tersebut juga cukup baik karena berada diatas ketentuan yaitu 1 : 2 dan berada diatas 200 %.


b. Quick Ratio

Quick ratio PT PT. KATARINA UTAMA pada tahun 2008 menunjukkan angka 486% yang artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 4,86 aktiva lancar berupa kas, bank dan piutang. Pada tahun 2009 meningkat menjadi 614% artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 6,14 aktiva lancar. Quick ratio PT. KATARINA UTAMA dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 sampai 2009 kinerja keuangan perusahaan cukup baik karena aktiva lancar berupa kas, bank dan piutang cukup menjamin hutang lancar.


c. Cash Ratio

Cash ratio PT. KATARINA UTAMA pada tahun 2008 menunjukkan angka 0,85% yang artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 0,0085 aktiva lancar berupa kas, bank, deposito. Pada tahun 2009 meningkat menjadi 83,64% artinya setiap kewajiban lancar Rp 1 akan dijamin oleh Rp 0,84 aktiva lancar berupa kas dan bank. Cash ratio PT. KATARINA UTAMA dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 selalu meningkat dan kinerja perusahaan juga kurang baik karena perusahaan belum mampu memaksimalkan aktiva lancar berupa kas,bank, dan deposito hal ini dapat dilihat angka rasio yang sangat rendah khususnya terjadi ditahun 2008 sampai dengan 2009 yang di bawah 100%.


d. Working Capital to Total Assets Ratio

Working capital to total assets ratio PT. KATARINA UTAMA tahun 2008 menunjukkan angka 46,68% artinya perusahaan memiliki modal kerja kotor 46,68% dari jumlah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Tahun 2009 mengalami peningkatan menjadi 50,73% artinya perusahaan memiliki modal kerja kotor 50,73% dari jumlah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.

Working capital to total assets ratio PT. KATARINA UTAMA mengalami peningkatan, kinerja perusahaan pada tahun 2008 masih kurang baik karena perusahaan memiliki modal kerja kurang dari 50% berasal dari aktiva perusahaan sendiri bukan dari pinjaman modal luar,sedangkan pada tahun 2009 kinerja perusahaan cukup baik karena modal kerja berada lebih dari 50%.


2. SOLVABILITAS ( LEVERAGE RATIO)
a. Total Debt to Equity Ratio

Total debt to equity ratio PT. KATARINA UTAMA tahun 2008 menunjukkan angka 18,3% artinya jumlah kewajiban 0.18% dari kekayaan bersih. Tahun 2009 rasio ini menurun menjadi 13,4% artinya jumlah kewajiban 0,13% dari kekayaan bersih. Kinerja keuangan PT. KATARINA UTAMA dilihat dari total debt to equity ratio selama tahun 2008 sampai tahun 2009 dinilai kurang baik karena jumlah kekayaan bersih jauh lebih kecil dari jumlah kewajiban yang dimiliki.


b. Total Debt to Total Assets Ratio

Total debt to total capital ratio PT. KATARINA UTAMA tahun 2008 menunjukkan angka 15,5% artinya jumlah kewajiban perusahaan 15,5% jika dibandingkan dengan jumlah aktiva. Tahun 2009 rasio ini menurun menjadi 11,8% artinya jumlah kewajiban perusahaan 11,8% jika dibandingkan dengan jumlah aktiva.

Kinerja keuangan PT. KATARINA UTAMA dilihat dari perhitungan total debt to total capital ratio selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 dinilai sudah baik karena jumlah kekayaan bersih lebih besar dari jumlah kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan.

Untuk tingkat perhitungan nilai Aktivitas dan Profitabilitas tidak diketahui, karena perusahaan tersebut tidak mencantumkan data analisis data penjualan perusahaan,tetapi dapat kita lihat melalui neraca bahwa setiap tahun perusahaan kontraktor ini mendapatkan keuntungan yang cukup baik.


Kesimpulan :

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya PT. KATARINA UTAMA harus lebih meningkatkan nilai Likuiditas dari tingkat cash rasio agar perusahaan mampu memaksimalkan aktiva lancar. Sedangkan dari tingkat Laverage ditinjau dari perhitungan Total Debt to Equire Ratio bahwa perusahaan harus meningkatkan nilai kekayaan bersih sehingga mampu menutupi kewajiban perusahaan.


1 komentar:

  1. Dengan berkah dari Tuhan YME,akhirnya analisis data ini dapat saya selesaikan. Semoga perjuangan saya tidaklah sia" tetapi berguna bagi yang membutuhkannya.AMIN

    BalasHapus